Sekilas Tentang Teori Human Error

klasifikasi human error

Perkembangan teori kesalahan manusia (human error) berkembang sangat cepat. Ada dua faktor yang berkembang dalam teori kesalahan manusia ini, yaitu pendekatan dalam mencari sebagian faktor yang bisa mengakibatkan kecenderungan manusia berbuat salah dan pendekatan dalam mencari faktor yang memperkecil terjadinya kesalahan manusia. Pendekatan pertama yaitu pendekatan analisa kesalahan (Error Analysis Approach), dimana analisa berawal dari suatu kejadian kecelakaan, lalu dilakukan analisa mundur untuk mencari sebagian faktor penyebab kecelakaan itu. Pendekatan dalam memperkecil kesalahan manusia disebut pendekatan analisa kepatuhan (compliance analysis approach), dimana analisa berawal dari analisa sebagian faktor yang bisa mempengaruhi kepatuhan manusia pada peraturan keselamatan dan bagaimana cara untuk meningkatkan kepatuhan itu.

The Human Factors Analysis and Classification System (HFACS) menjelaskan kegagalan manusia dalam dua kategori, yaitu : kesalahan (error) dan pelanggaran (violation). Kesalahan biasanya terjadi karena ketidakmampuan atau ketidaksengajaan karena kelalaian atau kealpaan seseorang yang menyebabkan pada kegagalan. Sedangkan pelanggaran yaitu adanya faktor kesengajaan untuk mengabaikan peraturan sehingga terjadi kegagalan atau kecelakaan.

Kesalahan manusia pada suatu sistem dapat dipengaruhi dan distimulasi oleh training yang kurang efisien, rancangan sistem prosedur yang buruk atau konsep yang kurang matang baik pada tampilan checklist atau buku manual. Setelah itu, istilah “pilot error” yang merupakan faktor dasar yang tersembunyi harus diutamakan apabila bertujuan untuk pencegahan terjadinya kecelakaan. Human error banyak terdapat pada manusia dan itu melimpah, bukan sebagai variasi akan tetapi akibat potensinya yang bisa muncul sewaktu-waktu. Error itu dalam bentuk tindakan, bicara, persepsi, pemanggilan memori, rekognisi, pengadilan, pemecahan masalah, buat keputusan, konsep formasi dsb.

Menurut HFACS terdapat dua tipe kesalahan yaitu variable error dan konstan error, dimana variable error menunujukkan potensi kesalahan dalam diri manusia yang sifatnya bervariasi, dan konstan error yaitu kesalahan yang terdapat dalam diri seseorang secara konstan dan bentuknya sama dalam dimensi tempat, lingkungan dan organisasi. Akurasi dari prediksi kesalahan sangat tergantung pada sejauh mana faktor yang mengakibatkan kesalahan dapat dipahami. Secara teori elemen yang menghasilkan kesalahan yaitu sifat alamiah pekerjaan dan lingkungan sekitarnya, mekanisme pengaturan performansi dan sifat alamiah dari individu. Konsekwensinya yaitu prediksi yang sifatnya akan menjadi probabilistik daripada ketepatan.

Kategori kesalahan manusia menurut HFACS.

Salah satu teori kesalahan manusia yang cukup terkenal yaitu teori Ramsey. Ramsey mengajukan sebuah jenis yang meneliti sebagian faktor pribadi yang mempengaruhi terjadinya kecelakaan. Menurut Ramsey perilakukerja yang aman atau terjadinya perilaku yang bisa mengakibatkan kecelakaan, di pengaruhi oleh 4 (empat) faktor yaitu :

  1. persepsi (perception)
  2. kognitif (cognition)
  3. pengambilan ketentuan (decision making)
  4. kemampuan (ability)

Keempat faktor itu merupakan suatu sistem yang berurutan, mulai dari yang pertama sampai yang terakhir. Apabila keempat tahapan ini dapat berlangsung dengan baik maka akan dapat terbentuk suatu perilaku yang aman.

Reason J. (1990) menjelaskan beberapa cara investigasi kesalahan manusia, yaitu :

  1. Cara naturalistic atau corpus gathering ; yaitu cara investigasi human error dilihat dari karakter alamiah manusia.
  2. Studi angket (questionare) ; yaitu menyelidiki dengan menggunakan beberapa bentuk angket yang bertujuan mengetahui respon dari individu terhadap hal yang di tanyakan.
  3. Studi laboratorium ; yaitu menyelidiki melalui eksperimen terhadap individu yang hasilnya dapat terukur dan terkontrol
  4. Studi simulator ; yaitu investigasi human error dengan menggunakan simulator berbasis komputer dengan menggunakan program software.
  5. Studi kasus ; yaitu investigasi dengan menyelidiki beragam kasus, menggalinya, dan mengkombinasikannya dengan beragam teori kesalahan, sehingga dapat membuat disain dan diharapkan dapat mengurangi kesalahan (error).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *